Selasa, 29 Desember 2015

Pertolongan Allah selalu datang tepat waktu

Selasa, 29 Desember 2015

Natal kudus baru saja berlalu. Hari dimana para malaikat surgawi turun dari Surga dan menebar kabar gembira ke seluruh penjuru dunia. Putera Allah nan tunggal yang menjelma menjadi manusia yang sederhana lalu kemudian sengsara dan wafat di kayu salib demi menebus dosa-dosa kita. Allah maha kuasa. Apa saja dapat terselenggara di dalam tanganNya yang luar biasa. Cinta dan kasih Allah senantiasa menyertai kita walaupun sering kali kita melupakan Dia. Kita mudah mengeluh dan putus asa dalam menjalani lika-liku kehidupan. Tak jarang pula kita bahkan menyalahkan Allah. Seperti aku sendiri. Yang pernah menyalahkan Dia. Kurang lebih satu tahun yang lalu, aku benar-benar terpuruk dan merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung. Setiap hari aku selalu saja berkecil hati dan sibuk mengurung diri. Aku merasa Allah sungguh tidak adil kepadaku. Sampai pada hari Natal tahun lalu, aku memang ada di dalam gereja dan mengikuti misa Natal, namun hatiku sama sekali tidak mau menyapa Allah. Tanpa kusadari aku telah menyakiti hati kudus Allah dan hati kudus PuteraNya. Namun cepat-cepat aku memahami bahwa apa yang telah kulakukan selama ini terhadap Allah sendiri adalah salah. Seiring berjalannya waktu aku pun semakin mengerti bahwa ujian demi ujian yang harus kujalani ini adalah simbol cinta kasih Allah yang Dia beri kepadaku. Dia ingin aku belajar meskipun seringkali terbentur, terbentur, dan terbentur, namun pada akhirnya aku pun terbentuk menjadi pribadi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan hidup selanjutnya. Dan benar saja, semakin hari aku semakin berpasrah diri dan menyerahkan segala sesuatu yang akan terjadi kepada Allah. Mengingat kalimat yang terucap dari Bunda Maria perawan tak bernoda, ketika Ia dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan Sang Juru Selamat, yang disampaikan oleh Malaikat Gabriel ; "terjadilah padaku menurut perkataanMu". Saat aku merasa sedih dan kesepian, aku mengeluhkan dan memasrahkan semua perkara hidupku kepada Allah, lalu seketika itu pula hatiku merasa tenang. Dan saat ini aku sungguh merasakan bahwa Allah sedang memberikan pertolonganNya untukku. Dia mengirim seorang malaikat tanpa sayap yang selalu siap sedia menemani dan membimbing aku dalam keadaan susah maupun senang. Dia bukan hanya kekasih ataupun belahan jiwa, tetapi ia adalah perpanjangan tangan Allah untukku. Aku yang tadinya merasa sendirian dan terbuang, kini mulai memiliki semangat hidup dan berani merakit mimpi yang dulu sempat hilang entah kemana. Dan hari ini aku sungguh-sungguh percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, asal kita yakin akan Dia dan tetap berada di jalanNya, sebesar apapun permasalahan hidup kita. Karena pertolongan Allah tidak datang terlalu cepat dan tidak juga terlambat, namun tepat pada waktunya.