Jumat, 30 Oktober 2015

Cinta tapi Beda

Semarang, 30 Oktober 2015

Hallo... Namaku Claudia Ivona Widyaputri, biasa dipanggil Claudia. Saat ini usiaku 18 tahun, dan statusku adalah mahasiswi di salah satu universitas swasta di Semarang. Disini aku ingin bercerita sedikit tentang apa yang aku lihat dan rasakan mengenai cinta tapi beda, karena jujur saja, ini adalah pengalaman pribadiku. Saat ini aku dan dia memang menjalin suatu hubungan lebih dari sekedar teman, dan kami saling menyayangi satu sama lain. Aku membutuhkan dia dan sebaliknya juga begitu. Kami saling mengerti dan memahami, sehingga jarang sekali kami bertikai sekalipun mengenai hal-hal kecil. Namun diantara kebahagiaan yang kini kami nikmati, ada beribu kekhawatiran yang kami rasakan. Kami takut banyak pihak yang nantinya tidak menyetujui hubungan kami saat kami memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Sering aku bicara dalam hati, mengapa, mengapa, dan mengapa Tuhan menempatkan kami di keadaan yang seperti ini, keadaan dimana kami berbeda namun Ia satukan oleh cinta. Apa kami nantinya tidak boleh besama selamanya? Apa iya seperti itu? Mengapa mereka bisa seegois itu dan menginginkan kami berpisah hanya karena iman kami yang berbeda. Sedangkan kami sendiri tidak mempermasalahkan perbedaan ini, justru kami bahagia karena kami dapat saling melengkapi dan menjadikan hari-hari kami menjadi lebih berwarna. Tak jarang pula dibalik senyumku yang kutunjukkan padanya, ada beribu air mata yang ingin menetes namun selalu kutahan sekuat tenaga. Aku khawatir, aku takut, jika nantinya hanya aku yang masih kuat untuk memperjuangkan hubungan ini. Aku sangat takut jika nantinya dia menyerah di tengah jalan dan memilih wanita lain yang berkeyakinan sama dengan dia. Setiap malam di dalam doa selalu kusebut namanya, dan aku memasrahkan segala yang akan terjadi kepada sang empunya hidup. Biarlah semua terjadi menurut kehendakNya, bila aku terlahir untuknya dan dia untuk aku, kami akan disatukan suatu hari nanti, dan tugasku sekarang adalah mencintai dia dengan sebaik-baiknya. Dan aku mulai saat ini aku menyimpulkan bahwa "oleh karena itu Tuhan menciptakan cinta, agar yang berbeda bisa menjadi satu".